Kampanye Dialogis di Dua Tempat, Koster-Ace Lanjutkan JKBM, Bedah Rumah Dan Pendidikan Gratis

AMLAPURA-PDIPerjuangan
Kampanye perdana pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Bali, Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) di Karangasem dilaksanakan dengan cara berdialog dengan masyarakat. Kampanye dialog pertama digelar di wantilan banjar Pengawan Desa Sibetan, kecamatan Bebandem yang dikahiri dengan makan bersama (megibung). Kemudian disusul di Desa Pakraman Pemuteran, desa Menang, Kecamatan Rendang, pada Selasa (20/2/2018).

Pasangan Koster-Ace yang diusung oleh PDI-P,PKB,PAN,Hanura dan PKPI ini memaparkan visi misi dan program yang telah dirancangnya. Selain penyedian Sandang,papan dan Pangan secara mandiri, Koster-Ace juga menawarkan pendidikan gratis dari SD,SMP, dan SMA/SMK. Selain itu, dibidang infrastruktur, Koster-Ace bakal memperkuat pemberian Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada desa pakraman yang bisa dipakai mengaspal jalan desa.

Disamping itu, Koster-Ace juga akan melanjutkan program JKBM yang dirubah menjadi Krama Bali Sehat (KBS) untuk memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat Bali. Bedah rumah yang selama ini anggaranya Rp 30 juta, menurut Koster-Ace nantinya akan ditambah menjadi Rp 50 juta sehingga pemberian bedah rumah bisa diraskan oleh masyarakat Karangasem. untuk pariwisata, Koster-Ace juga akan mengendepankan pariwisata spiritual di Karangasem mengingat Karangasem memiliki banyak Pura yang besar. Selain itu, Koster-Ace juga akan memperkuat desa adat agar pelestarian adat budaya dan tradisi bisa tetap terjaga dengan baik.

Wayan Koster mengatakan, penguatan pertanian sangat penting dilakukan agar Bali mandiri dibidang pangan dari hulu sampai hilir. Ia pun mengaku bakal membangun pertanian di Karangasem seusai dengan potensi yang ada. Dicontohkan, Karangasem memiliki buah unggulan berupa salak yang dihasilkan di Desa Sibetan dan sekitarnya. Hanya saja, saat musim panen, harga salak anjlok dan merugikan petani. Untuk

itu, kedepan perlu sinergi pemerintah agar petani salak tidak rugi saat musim panen yakni dengan membuat aturan semua hotel menyiapkan salak di masing-masing kamar. “Jalan keluarnya,daerah lain terutama pelaku pariwisata agar mengambil salak sebagai buah wajib, nanti dimasing-masing Desa di bentuk badan untuk menyalurkan salak misalnya Badung sebagai daerah tujuan wisata mengambil buah salak milik petani di Karangasem,” ujar Wayan Koster.

Hal yang sama juga pada kerajinan hasil masyarakat Karangasem, bisa diambil oleh daerah lain untuk di pasarkan. Hal itu tidak sulit asal aturanya terlebih dahulu dibuat. Selain itu, untuk membentuk SDM di Karangasem, pihaknya juga merancang membangun perguruan tinggi negeri di Karangasem. “Lokasinya sudah ada, didalamnya akan dibangun SMA/SMK seperti SMA Bali Mandara yang khusus bagi masyarakat miskin tetapi memiliki prestasi,” ujarnya.

Selain menggelar kampanye dialogis, Koster-Ace juga menyempatkan diri mengunjungi kerajinan anyaman bamboo di Dusun Lusuh Kangin, Desa Peringsari, Kecamatan Selat. Setelah menggelar kampanye dialogis di Desa Adat Pemuteran, Koster-Ace juga mengunjungi kelompok tani ternak di Desa Menanga Kecamatan Rendang, Karangasem. Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *