Karangasem-AdmPDIP
Kader PDI Perjuangan diminta agar tidak berkecil hati meskipun di DPRD Karangasem harus menjadi oposisi sendirian sehingga di gedung rakyat itu Fraksi PDI Perjuangan menempatkan kader-kadernya duduk pada Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Hal itu,pasca fraksi-fraksi lainya meninggalkan fraksi PDI Perjuangan dengan membagi rata kursi alat kelengkapan dewan.

rapat internal di sekretariat DPC PDI Perjuangan Karangasem
Penegasan itu disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Karangasem, I Gede Dana, dihadapan anggota fraksi, pengurus DPC, ketua dan sekretaris PAC, serta badan-badan DPC PDI Perjuangan saat digelar rapat internal di sekretariat DPC PDI Perjuangan, Rabu (3/5/2017). Menurut Gede Dana yang didampingi sekretaris DPC – Wayan Sudira saat memimpin rapat, meski ditinggal oleh fraksi-fraksi di gedung DPRD Karangasem, kader-kader yang duduk di kursi legislatif tidak perlu berkecil hati. “Kader-kader kita memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi dengan anggota lainya,jadi tidak usah khawatir,” kata Gede Dana.
Gede Dana juga mengatakan, menjadi oposisi kepada pemerintah, bukan berarti akan membabi buta. Artinya, jika kebijakan yang diambil bupati menguntungkan masyarakat Karangasem, pihaknya pun bakal mendukungnya. Namun sebaliknya, jika tidak pro rakyat fraksi PDI Perjuangan menjadi garda terdepan menolaknya. “Kalau programnya pro rakyat,kita dukung, kalau tidak, kita yang pertama akan menolaknya,” ujarnya.
Selain itu dalam rapat internal tersebut, Gede Dana mengingatkan para pengurus,maupun fraksi untuk bekerja all out saat Pilgub mendatang untuk memenangkan kader partai yang diusung. Apalagi kata Gede Dana, calon yang diusung adalah ketua DPD Bali, I Wayan Koster. Ia pun mengingatkan, agar kader tidak mencla mencle. Belum lagi, setelah Pilgub akan ada perhelatan Pileg. “Setiap kader wajib memenangkan siapapun yang diusung partai, karena itu akan menjadi catatan tersendiri,” ujarnya lagi. Adm.
