Amlapura-TM-DPC PDIP Karangasem
Badan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif (BPEK) PDI Perjuangan Karangasem menyajikan empat menu masakan yang berdasarkan resep dari buku mustika rasa karya Bung Karno. Buku resep itu merupakan kumpulan masakan saat proklamator saat keliling Indonesia. Keempat masakan yang disajikan BPEK DPC PDI Perjuangan Karangasem kepada tim dokumentasi ekonomi kreatif,diantaranya Opak-opak,Tumbeg,jukut liklik,dan pepenyon.

ketua DPC PDIP I Gede Dana dan I Gusti Agung Putri Astrid
Pengambilan dokumentasi sajian kuliner ini sendiri dilaksanakan di secretariat DPC PDI Perjuangan Karangasem. penyajian menu masakan yang terbilang sudah mulai langka ini dihadiri kader elit partai PDI Perjuangan Karangasem,seperti Ketua DPC PDI Perjuangan,I Gede Dana,Sekretaris I Wayan Sudira,bendahara I Made Ruspita,serta jajaran fraksi di DPRD Karangasem.

tim dokumentasi memeriksa persiapan menu masakan
Bahkan,ketua DPC PDI Perjuangan I Gede Dana terlihat ikut mempersiapkan menu masakan itu. selain itu,Kepala BPEK DPC PDI Perjuangan I Nengah Rata, Wakil Ketua Bidang ekonomi Kreatif,Sri Winarthi juga mempersiapkan menu-menu tersebut bersama tim. Sementara dari DPP PDIP sendiri hadir Jeth,dan I Gusti Agung Putri Astrid.
I Gusti Agung Putri Astrid mengatakan,selain Karangasem sejumlah daerah di Bali juga melaksanakan kegiatan yang sama. Sebelum di Karangasem,pihaknya juga mengambil dokumen di DPC PDI Perjuangan Gianyar. “Dokumentasi masakan khas Bali yang sudah mulai punah itu diambil berdasarkan resep dari buku mustika rasa karya bapak proklamator,resep-rsep itu dikumpulkan saat beliau keliling Indonesia,” ujarnya.
Pengambilan dokumentasi itu sendiri dimulai dari Provinsi Bali. Nantinya akan dilanjutkan kedaerah-daerah lainya. Dikatakanya,resep-resep masakan khas Bali itu sendiri saat ini sudah mulai ditinggalkan oleh kalangan generasi muda. Diharapkan dengan adanya dokumentasi ini,kalangan generasi muda tetap ingat terhadap menu masakan khas Bali dulu yang sempat menjadi santapan pendiri bangsa ini. “Ini kan sudah mulai ditinggalkan,kita berharap dokumentasi ini setidaknya mengajak generasi sekarang untuk mengenal menu masakan tradisional,” katanya. (admin).
