AMLAPURA-PDIPerjuangan
Calon Gubernur Bali, Wayan Koster menerima aspirasi dari kompoten pemuda (STT), pengerajin kecil serta kelian dadia di secretariat DPC PDI Perjuangan Karangasem, Selasa (13/3/2018). Wayan Koster yang juga ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini kembali menegaskan, jika terpilih sebagai Gubernur Bali pihaknya bakal mengangkat pegawai kontrak yang khusus mengajar agama,melatih seni serta yang ada kaitanya dengan budaya Bali.

Wayan Koster Serap aspirasi
Sebelum itu terlaksana, kata Wayan Koster yang didampingi ketua DPC PDI Perjuangan I Gede Dana, Sekretaris DPC PDI Perjuangan, I Wayan Sudira, pihaknya bakal mengecek wantilan seluruh desa Pakramandi Bali. Koster menyebut, semua desa pakraman harus memiliki wantilan yang bagus sebagai tempat tumbuh kembangnya budaya Bali. “Begitu saya terpilih, saya akan mengecek desa pakraman mana yang belum memiliki wantilan, kedepan semua desa pakraman harus memiliki wantilan yang bagus,” ujar Koster.
Wayan Koster yang berpasangan dengan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) mengatakan, di wantilan itulah nantinya semua kegiatan yang berbau budaya Bali dilaksanakan. Mulai dari berlatih seni, tempat belajar mengajar agama hindu, serta yang ada kaitanya dengan budaya Bali. “Itu salah satu cara untuk menjaga generasi muda Bali agar tidak terjerumus dengan hal-hal negative,” ujarnya.
Setelah ketersediaan wantilan yang memadai, nantinya paslon yang memiliki jargon Salam Satu Jalur ini juga akan merekrut tenaga kontrak untuk mengajar agama,seni dan tradisi Bali. Tempanya, katanya, nantinya bisa memakai wantilan yang ada. Tenaga kontrak dari Provinsi ini, sebutnya haruslah berasal dari desa pakraman setempat. “Kalau sekarang kan belum ada,padahal untuk melestarikan seni dan budaya Bali haruslah dimulai dari membangun karakter generasi muda,” ujarnya lagi.
Koster mengharapkan, keberadaan wantilan itu sebegai tempat membangun karakter masyarakat Bali. Tidak hanya satu pengajar tenaga kontrak, kedepanya pihaknya mengingingkan merekrut lebih banyak lagi pegawai kontrak untuk mengajar kaiatanya budaya Bali. “Termasuk membangun PAUD Hindu, tempatnya bisa memakai wantilan itu, sehingga setiap hari ada aktvitas yang positif,” pungkasnya. (Admin).
